H. Sony Sugema, MBA dilahirkan di Bandung pada 7 Februari 1965. Setelah menamatkan sekolah di SMUN 3 Bandung beliau melanjutkan studi di Teknik Sipil ITB. Pengalaman wirausaha dimulai pada tahun 1990 dengan mendirikan LBB Sony Sugema College di Bandung. Selang beberapa tahun kemudian, LBB SSC dikembangkan di beberapa cabang yakni Jakarta, Garut, Tasik, Cianjur, Sukabumi, Ciamis, Purwakarta, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Solo, dan Medan. Sejak tahun 2000, LBB Sony Sugema College dikembangkan dengan menggunakan metode waralaba dan sampai dengan saat ini telah dibuka 18 cabang waralaba yang tersebar di berbagai kota seperti Padang, Palembang, Pekanbaru, Depok, Cianjur, Majalengka, Palangkaraya, Pontianak, Makasar, Jombang, Sidoarjo, Mojokerto, Denpasar, dan Metro. Semua cabang waralaba ini ada di bawah naungan PT Sony Sugema Eduka yang didirikan pada tahun yang sama.Kegemaran beliau akan programming mengantar beliau mendirikan beberapa perusahaan software. Pada tahun 1995, beliau mendirikan PT Sonisarana Cipta Olah Media (SSCOM), tahun 1996 mendirikan Quantum E-Commerce College (Q-College), dan pada tahun 1997 mendirikan PT Mega Portal Media. Di samping itu pula karya-karya yang pernah beliau buat di antaranya CD Al Qur`an (Digital Al Qur`an). Membuat Program SMS Al Qur`an dan Program S3 (Sony Sugema Script).Pada tahun 1995, beliau menerima penghargaan Top Eksekutif, kemudian pada tahun 2001 menerima penghargaan 50 Top Eksekutif dari Majalah SWA bekerjasama dengan Frontier. Yang terbaru menerima penghargaan sebagai alumnus berprestasi dalam bidang industri ITB angkatan 82 dari Rektor ITB.Kecintaanya akan dunia anak-anak tidak mampu direalisasikannya dengan membuat sekolah gratis SMA Alfa Centauri pada tahun 2003 yang terletak di kawasan Supratman No. 88 Bandung dan Jl. Diponegoro No.48 Bandung. (yandi)
Jumat, 11 Januari 2008
Senin, 27 Agustus 2007
Siswa Berprestasi Butuh Uluran Tangan
BANDUNG -- Sebanyak 15 siswa berprestasi lulusan Sekolah Menengah Atas Alfa Centauri, membutuhkan bantuan biaya pendidikan. Para siswa yang telah memasuki perguruan tinggi favorit pada SPMB 2007 itu, merupakan siswa yang memiliki kemampuan akademik baik.
''Mereka adalah siswa lulusan SMA Alfa Centauri yang tidak mampu, tapi mempunyai kemampuan akademik yang baik,'' kata Arif salah satu pengasuh di SMA Alfa Centauri, dalam rilis yang dikirim kepada Republika, belum lama ini.
Kata dia, SMA Alfa Centauri ini berada di bawah Yayasan Taqwa Cerdas Kreatif. Sekolah itu, ujar Arif, tidak memungut biaya (memberikan subsidi) kepada siswanya terutama yang tidak mampu.
Ke-15 siswa tersebut adalah Aceng Mumin (ilmu komputer UPI), Anggia (pendidikan kimia UPI), Aryyana RB (agronomi Unpad), Dini SN (biologi UPI), Endah Juarsih (pemuliaan tanaman Unpad), Eneng Rani (MIPA ITB), Fajar Nur (perikanan Unpad), M Reza Pratama (pertanian Unpad), Oki Ari M (pertambangan dan perminyakan ITB), Ratna Juwita Sari (farmasi ITB), Sinta Lestari (Mipa ITB), Surti Nurhamidah (Fisika Unpad), Bayu Eko (ilmu komputer UPI), Bobby Rifki (teknik sipil ITB), dan Maryam (pertanian Unpad).
''Pada 2007 ini, SMA Alfa Centauri berhasil mengantarkan mereka pada kelulusan UN 2007, 100 persen lulus dan kelulusan SPMB 2007 sebanyak 15 orang dari 20 orang yang mengikuti SPMB,'' kata Arif. mj01 - HARIAN REPUBLIKA - 27 Agustus 2007
''Mereka adalah siswa lulusan SMA Alfa Centauri yang tidak mampu, tapi mempunyai kemampuan akademik yang baik,'' kata Arif salah satu pengasuh di SMA Alfa Centauri, dalam rilis yang dikirim kepada Republika, belum lama ini.
Kata dia, SMA Alfa Centauri ini berada di bawah Yayasan Taqwa Cerdas Kreatif. Sekolah itu, ujar Arif, tidak memungut biaya (memberikan subsidi) kepada siswanya terutama yang tidak mampu.
Ke-15 siswa tersebut adalah Aceng Mumin (ilmu komputer UPI), Anggia (pendidikan kimia UPI), Aryyana RB (agronomi Unpad), Dini SN (biologi UPI), Endah Juarsih (pemuliaan tanaman Unpad), Eneng Rani (MIPA ITB), Fajar Nur (perikanan Unpad), M Reza Pratama (pertanian Unpad), Oki Ari M (pertambangan dan perminyakan ITB), Ratna Juwita Sari (farmasi ITB), Sinta Lestari (Mipa ITB), Surti Nurhamidah (Fisika Unpad), Bayu Eko (ilmu komputer UPI), Bobby Rifki (teknik sipil ITB), dan Maryam (pertanian Unpad).
''Pada 2007 ini, SMA Alfa Centauri berhasil mengantarkan mereka pada kelulusan UN 2007, 100 persen lulus dan kelulusan SPMB 2007 sebanyak 15 orang dari 20 orang yang mengikuti SPMB,'' kata Arif. mj01 - HARIAN REPUBLIKA - 27 Agustus 2007
Senin, 06 Agustus 2007
Wisuda SMA Alfa Centauri Angkatan Ke 2 - 2007
Nampak Ketua Yayasan H. Sony Sugema, MBA didampingi Kepala Sekolah SMA Alfa Centauri Drs. Mamat Ruhimat, M.Pd. memberikan selamat kepada salah seorang Wisudawan Siswa SMA Alfa Centauri Angkatan ke 2 pada acara Syukuran Kelulusan SMA Alfa Centauri di lokasi kampus UPI - Bandung - pada tanggal 5 Agustus 2007. Selamat ya.... (yandi)
Minggu, 05 Agustus 2007
Lulus SPMB 2007
SMA Alfa Centauri pada tahun 2007 telah mengantarkan Angkatan 2004-2005 ke PTN Favorit adapun mereka yang Lulus SPMB 2007 tersebut adalah :
Lulus SPMB dari Angkatan 2004-2005
1. Aceng Mumin (ilmu komputer UPI),
2. Anggia D C A (pendidikan kimia UPI),
3. Dini Siti Nurhasanah (biologi UPI),
4. Aryyana RB (agronomi Unpad),
5. Endah Juarsih (pemuliaan tanaman Unpad),
6. Fajar Nur (perikanan Unpad),
7. M Reza Pratama (Teknik Pertanian Unpad),
8. Surti Nurhamidah (Fisika Unpad),
09. Eneng Rani (MIPA ITB),
10. Oki Ari Mauludi (pertambangan dan perminyakan ITB),
11. Ratna Juwita Sari (farmasi ITB),
12. Sinta Lestari (Mipa ITB),
Lulus SPMB dari Angkatan 2003-2004
13. Bayu Eko (ilmu komputer UPI),
14. Bobby Rifki (teknik sipil ITB),
15. Maryam (pertanian Unpad).
Lulus SPMB dari Angkatan 2004-2005
1. Aceng Mumin (ilmu komputer UPI),
2. Anggia D C A (pendidikan kimia UPI),
3. Dini Siti Nurhasanah (biologi UPI),
4. Aryyana RB (agronomi Unpad),
5. Endah Juarsih (pemuliaan tanaman Unpad),
6. Fajar Nur (perikanan Unpad),
7. M Reza Pratama (Teknik Pertanian Unpad),
8. Surti Nurhamidah (Fisika Unpad),
09. Eneng Rani (MIPA ITB),
10. Oki Ari Mauludi (pertambangan dan perminyakan ITB),
11. Ratna Juwita Sari (farmasi ITB),
12. Sinta Lestari (Mipa ITB),
Lulus SPMB dari Angkatan 2003-2004
13. Bayu Eko (ilmu komputer UPI),
14. Bobby Rifki (teknik sipil ITB),
15. Maryam (pertanian Unpad).
Kamis, 19 Juli 2007
Pengajar & Staff SMA Alfa Centauri
Deretan Paling atas dari kiri ke kanan : 1. Pa Ade Rahmat (PAI)-(Kemeja abu-abu tangan panjang), 2. Pa Rahmat Saleh (Biologi). 3. Pa Rohendi (Penjas) , 4. Pa Arif (Staff TU) , 5. Pa Eko (kimia) , 6. Pa Gunawan (Bhs. Arab) , 7.Pa Son Muslimin (Matematika)
Deretan Ke Dua Dari Atas dari kiri ke Kanan : 1. Pa Ngatmoyono-(kemeja Putih) (Fiska) ,2. Pa Ramdhani (matematika), 3. Pa Jakfar (Matematika), 4. Pa Ahmad Riswandi (Matematika), 5. Pa Sugeng (Fisika), 6. Pa Sulaiman (IT-Kom). 7. Pa Abdullah (Kimia)
Deretan ke Tiga dari Kiri Ke Kanan : 1. Pa Tomy Jatnika (Mantan Kepala Sekolah SMA Alfa Centauri Pertama (dasi putih) 2. Pa Risdiyanti (Fisika) 3. Pa H. Nunuh (Sejarah-PKS Humas) 4. Pa H. Sony Sugema , MBA (Ketua Yayasan Taqwa Cerdas Kreatif-SMA Alfa C. - & Direktur Utama SSC 5. Pa Mamat Ruhimat (Kepala SMA Alfa Centauri ) 6. Pa Iwan Syarif (Bhs. Indonesia-PKS Kesiswaan) 7.Pa Yandi WR (Bhs Inggris - PKS Sarana) 8. Pa Bambang Ismanto (Biologi).
Deretan paling depan (duduk) dari kiri kekanan : 1. Ibu Anita - (Baju Merah) (Ekonomi) 2. Miss Ossy (Bhs. Inggris) 3. Ibu Seni (Bhs. Indonesia). 4. Ibu Eka Dewi (BPBK) - 5. Ibu Siti Patonah (Tata Usaha) 6. Ibu Ani Muliani (Biologi) 7. Ibu Mien (Bhs. Indonesia).
Deretan Ke Dua Dari Atas dari kiri ke Kanan : 1. Pa Ngatmoyono-(kemeja Putih) (Fiska) ,2. Pa Ramdhani (matematika), 3. Pa Jakfar (Matematika), 4. Pa Ahmad Riswandi (Matematika), 5. Pa Sugeng (Fisika), 6. Pa Sulaiman (IT-Kom). 7. Pa Abdullah (Kimia)
Deretan ke Tiga dari Kiri Ke Kanan : 1. Pa Tomy Jatnika (Mantan Kepala Sekolah SMA Alfa Centauri Pertama (dasi putih) 2. Pa Risdiyanti (Fisika) 3. Pa H. Nunuh (Sejarah-PKS Humas) 4. Pa H. Sony Sugema , MBA (Ketua Yayasan Taqwa Cerdas Kreatif-SMA Alfa C. - & Direktur Utama SSC 5. Pa Mamat Ruhimat (Kepala SMA Alfa Centauri ) 6. Pa Iwan Syarif (Bhs. Indonesia-PKS Kesiswaan) 7.Pa Yandi WR (Bhs Inggris - PKS Sarana) 8. Pa Bambang Ismanto (Biologi).
Deretan paling depan (duduk) dari kiri kekanan : 1. Ibu Anita - (Baju Merah) (Ekonomi) 2. Miss Ossy (Bhs. Inggris) 3. Ibu Seni (Bhs. Indonesia). 4. Ibu Eka Dewi (BPBK) - 5. Ibu Siti Patonah (Tata Usaha) 6. Ibu Ani Muliani (Biologi) 7. Ibu Mien (Bhs. Indonesia).
Sabtu, 02 Desember 2006
Kunjungan dari Negeri Jiran - Malaysia
2 orang siswa kls X sedang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an diluar kepala (satu juz) dihadapan Tamu (gambar 3) dari Negeri Malaysia dan dari Pesantren Al Fatah Cileungsi Bogor dan Lampung yang berkunjung ke SMA Alfa Centauri pada 2 Desember 2005 lalu. (yr/XII/2005)
Pada Hari Jum'at 2 Desember 2005, SMA Alfa Centauri di Jl. Diponegoro No. 48 Bandung mendapat Kunjungan tamu untuk Studi Banding bidang Pendidkan dari Malaysia yaitu Bp. Ahmad Sukri.
Senin, 18 September 2006
Sekolah Gratis dengan Kualifikasi Sekolah Unggulan
Waktu itu, orang tua saya sudah menyerah. Mereka meminta maaf karena tidak bisa lagi membiayai saya untuk sekolah," ungkap Mega Yulianti, mahasiswi Teknik Fisika ITB. Dia memang hidup dari keluarga yang berkemampuan ekonomi menengah ke bawah. Ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan, hanya mampu membiayai sekolah Mega hingga jenjang SLTP.
Untunglah, Mega punya kemauan yang kuat untuk terus bersekolah. Dia pun berusaha mencari informasi tentang sekolah gratis. Sampailah jalan pencariannya itu menemukan SMA Alfa Centauri, Bandung. Sekolah ini memang menawarkan pendidikan gratis dan berkualitas. Keberadaan sekolah ini menjadi jalan keluar bagi Mega untuk mewujudkan 'mimpinya'.
Pengakuan hampir sama juga diungkapkan Adha Dipraja dan Deisa Kusumaningsih (keduanya mahasiswa FMIPA ITB). Mereka semua adalah angkatan pertama SMA Alfa Centauri yang kini berhasil menembus perguruan tinggi negeri dan berasal dari keluarga tidak mampu.
Sebanyak 21 siswa, tahun ini berhasil menembus bangku perguruan tinggi negeri. Kebanyakan mereka masuk ITB dan sisanya masuk Unpad, serta Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Meski telah menjadi alumni, mereka tetap mendapat perhatian dari para pengurus SMA Alfa Centauri.
Sekolah ini memang terbilang istimewa. Meski menyediakan pendidikan gratis, kualitas pengajarannya tidak kalah dibanding SMA unggulan. Selain belajar di sekolah, semua muridnya mendapat bimbingan belajar gratis untuk mampu menghadapi seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Tak cuma itu, mereka juga mendapat pelajaran tambahan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan Arab.
Ketua Yayasan Taqwa Cerdas Kreatif --lembaga yang menaungi SMA Alfa Centauri-- Sony Sugema, menjelaskan bahwa sekolah tersebut memang didirikan untuk membantu kalangan yang kurang mampu. Tingginya biaya pendidikan telah membuat banyak kalangan frustasi karena tidak mampu menyekolahkan anaknya. Menurut dia, jika terus dibiarkan, rasa frustasi ini bisa membahayakan masyarakat. Karena itu, dia pun terdorong untuk menciptakan jalan alternatif berupa sekolah gratis bagi kalangan tidak mampu.
Tiga angkatan pertama sekolah ini, sedikitpun tidak dipungut biaya. Dalam tiga tahun pertama, sebanyak 35 siswa diterima untuk setiap angkatan. Untuk menjalankan pengajaran di tiap angkatan, dia mengeluarkan dana sekitar Rp 50 juta per tahun.
Seleksi untuk bisa masuk sekolah pun cukup ketat. Tiap tahun, rata-rata pendaftar mencapai 600 orang. Dari jumlah itu kemudian diciutkan menjadi 400 orang dan diseleksi kembali menjadi tinggal 100 orang. Dari 100 calon murid ini kemudian diseleksi lewat wawancara. Murid-murid yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapat prioritas. Dari 100 orang tersebut, kemudian diambil 35 orang.
"Mulai tahun ini, kita menerima dua kelas," tuturnya. Sebagian kecil dari murid yang diterima tahun ini dikenai biaya yang besarnya tergantung kesanggupan orang tua masing-masing. Namun sebagian besar muridnya tetap digratiskan. Sony berharap, biaya yang dibayarkan sebagian wali murid itu bisa digunakan untuk membantu murid-murid kurang mampu. "Jadi berjalan subsidi silang," ungkap pemilik bimbingan belajar Sony Sugema College itu.
Dia berharap, murid-murid Alfa Centauri di masa mendatang bisa go international. Untuk mewujudkan harapan tersebut, kini pihaknya sedang membangun jaringan internet 24 jam. "Kami pun menggiatkan bahasa Inggris, karena kunci untuk masuk kehidupan di dunia maya ini adalah bahasa Inggris," tuturnya.
Lewat jaringan internet, Sony menginginkan murid-muridnya bisa berkomunikasi dengan teman sebayanya dari luar negeri. Sony berharap, suatu saat nanti murid-murid sekolahnya tertantang untuk menjajal kuliah di kampus-hampus internasional.
Kini, selain harus memikirkan kelangsungan SMA tersebut, dia juga terus memperhatikan nasib para alumni yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri. Bersama timnya, dia terus berusaha mencari donatur untuk membiayai kuliah para alumninya itu. Maklumlah, setelah perguruan tinggi banyak berstatus badan hukum milik negara (BHMN) biaya kuliah pun melonjak.
Diantaranya dengan mengembangkan program orang tua asuh. Orang tua murid yang mampu dan anaknya berhasil masuk perguruan tinggi negeri, bakal diminta untuk menjadi orang tua asuh bagi murid tak mampu yang masuk perguruan tinggi negeri. Lewat cara ini, dia pun berharap dari SMA Alfa Centauri lahir para penemu-penemu kemajuan yang bermanfaat bagi masyarakat. irf - Republika - 18 September 2006
Untunglah, Mega punya kemauan yang kuat untuk terus bersekolah. Dia pun berusaha mencari informasi tentang sekolah gratis. Sampailah jalan pencariannya itu menemukan SMA Alfa Centauri, Bandung. Sekolah ini memang menawarkan pendidikan gratis dan berkualitas. Keberadaan sekolah ini menjadi jalan keluar bagi Mega untuk mewujudkan 'mimpinya'.
Pengakuan hampir sama juga diungkapkan Adha Dipraja dan Deisa Kusumaningsih (keduanya mahasiswa FMIPA ITB). Mereka semua adalah angkatan pertama SMA Alfa Centauri yang kini berhasil menembus perguruan tinggi negeri dan berasal dari keluarga tidak mampu.
Sebanyak 21 siswa, tahun ini berhasil menembus bangku perguruan tinggi negeri. Kebanyakan mereka masuk ITB dan sisanya masuk Unpad, serta Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Meski telah menjadi alumni, mereka tetap mendapat perhatian dari para pengurus SMA Alfa Centauri.
Sekolah ini memang terbilang istimewa. Meski menyediakan pendidikan gratis, kualitas pengajarannya tidak kalah dibanding SMA unggulan. Selain belajar di sekolah, semua muridnya mendapat bimbingan belajar gratis untuk mampu menghadapi seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Tak cuma itu, mereka juga mendapat pelajaran tambahan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan Arab.
Ketua Yayasan Taqwa Cerdas Kreatif --lembaga yang menaungi SMA Alfa Centauri-- Sony Sugema, menjelaskan bahwa sekolah tersebut memang didirikan untuk membantu kalangan yang kurang mampu. Tingginya biaya pendidikan telah membuat banyak kalangan frustasi karena tidak mampu menyekolahkan anaknya. Menurut dia, jika terus dibiarkan, rasa frustasi ini bisa membahayakan masyarakat. Karena itu, dia pun terdorong untuk menciptakan jalan alternatif berupa sekolah gratis bagi kalangan tidak mampu.
Tiga angkatan pertama sekolah ini, sedikitpun tidak dipungut biaya. Dalam tiga tahun pertama, sebanyak 35 siswa diterima untuk setiap angkatan. Untuk menjalankan pengajaran di tiap angkatan, dia mengeluarkan dana sekitar Rp 50 juta per tahun.
Seleksi untuk bisa masuk sekolah pun cukup ketat. Tiap tahun, rata-rata pendaftar mencapai 600 orang. Dari jumlah itu kemudian diciutkan menjadi 400 orang dan diseleksi kembali menjadi tinggal 100 orang. Dari 100 calon murid ini kemudian diseleksi lewat wawancara. Murid-murid yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapat prioritas. Dari 100 orang tersebut, kemudian diambil 35 orang.
"Mulai tahun ini, kita menerima dua kelas," tuturnya. Sebagian kecil dari murid yang diterima tahun ini dikenai biaya yang besarnya tergantung kesanggupan orang tua masing-masing. Namun sebagian besar muridnya tetap digratiskan. Sony berharap, biaya yang dibayarkan sebagian wali murid itu bisa digunakan untuk membantu murid-murid kurang mampu. "Jadi berjalan subsidi silang," ungkap pemilik bimbingan belajar Sony Sugema College itu.
Dia berharap, murid-murid Alfa Centauri di masa mendatang bisa go international. Untuk mewujudkan harapan tersebut, kini pihaknya sedang membangun jaringan internet 24 jam. "Kami pun menggiatkan bahasa Inggris, karena kunci untuk masuk kehidupan di dunia maya ini adalah bahasa Inggris," tuturnya.
Lewat jaringan internet, Sony menginginkan murid-muridnya bisa berkomunikasi dengan teman sebayanya dari luar negeri. Sony berharap, suatu saat nanti murid-murid sekolahnya tertantang untuk menjajal kuliah di kampus-hampus internasional.
Kini, selain harus memikirkan kelangsungan SMA tersebut, dia juga terus memperhatikan nasib para alumni yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri. Bersama timnya, dia terus berusaha mencari donatur untuk membiayai kuliah para alumninya itu. Maklumlah, setelah perguruan tinggi banyak berstatus badan hukum milik negara (BHMN) biaya kuliah pun melonjak.
Diantaranya dengan mengembangkan program orang tua asuh. Orang tua murid yang mampu dan anaknya berhasil masuk perguruan tinggi negeri, bakal diminta untuk menjadi orang tua asuh bagi murid tak mampu yang masuk perguruan tinggi negeri. Lewat cara ini, dia pun berharap dari SMA Alfa Centauri lahir para penemu-penemu kemajuan yang bermanfaat bagi masyarakat. irf - Republika - 18 September 2006
Langganan:
Postingan (Atom)

