Senin, 06 Agustus 2007

Wisuda SMA Alfa Centauri Angkatan Ke 2 - 2007

Nampak Ketua Yayasan H. Sony Sugema, MBA didampingi Kepala Sekolah SMA Alfa Centauri Drs. Mamat Ruhimat, M.Pd. memberikan selamat kepada salah seorang Wisudawan Siswa SMA Alfa Centauri Angkatan ke 2 pada acara Syukuran Kelulusan SMA Alfa Centauri di lokasi kampus UPI - Bandung - pada tanggal 5 Agustus 2007. Selamat ya.... (yandi)

Minggu, 05 Agustus 2007

Lulus SPMB 2007

SMA Alfa Centauri pada tahun 2007 telah mengantarkan Angkatan 2004-2005 ke PTN Favorit adapun mereka yang Lulus SPMB 2007 tersebut adalah :

Lulus SPMB dari Angkatan 2004-2005

1. Aceng Mumin (ilmu komputer UPI),
2. Anggia D C A (pendidikan kimia UPI),

3. Dini Siti Nurhasanah (biologi UPI),

4. Aryyana RB (agronomi Unpad),
5. Endah Juarsih (pemuliaan tanaman Unpad),
6. Fajar Nur (perikanan Unpad),
7. M Reza Pratama (Teknik Pertanian Unpad),
8. Surti Nurhamidah (Fisika Unpad),

09. Eneng Rani (MIPA ITB),
10. Oki Ari Mauludi (pertambangan dan perminyakan ITB),
11. Ratna Juwita Sari (farmasi ITB),
12. Sinta Lestari (Mipa ITB),


Lulus SPMB dari Angkatan 2003-2004

13. Bayu Eko (ilmu komputer UPI),
14. Bobby Rifki (teknik sipil ITB),

15. Maryam (pertanian Unpad).

Kamis, 19 Juli 2007

Pengajar & Staff SMA Alfa Centauri

Tim SMA Alfa Centauri berfoto bersama ....Ciiiiissss...

Deretan Paling atas dari kiri ke kanan : 1. Pa Ade Rahmat (PAI)-(Kemeja abu-abu tangan panjang), 2. Pa Rahmat Saleh (Biologi). 3. Pa Rohendi (Penjas) , 4. Pa Arif (Staff TU) , 5. Pa Eko (kimia) , 6. Pa Gunawan (Bhs. Arab) , 7.Pa Son Muslimin (Matematika)

Deretan Ke Dua Dari Atas dari kiri ke Kanan :
1. Pa Ngatmoyono-(kemeja Putih) (Fiska) ,2. Pa Ramdhani (matematika), 3. Pa Jakfar (Matematika), 4. Pa Ahmad Riswandi (Matematika), 5. Pa Sugeng (Fisika), 6. Pa Sulaiman (IT-Kom). 7. Pa Abdullah (Kimia)

Deretan ke Tiga dari Kiri Ke Kanan
: 1. Pa Tomy Jatnika (Mantan Kepala Sekolah SMA Alfa Centauri Pertama (dasi putih) 2. Pa Risdiyanti (Fisika) 3. Pa H. Nunuh (Sejarah-PKS Humas) 4. Pa H. Sony Sugema , MBA (Ketua Yayasan Taqwa Cerdas Kreatif-SMA Alfa C. - & Direktur Utama SSC 5. Pa Mamat Ruhimat (Kepala SMA Alfa Centauri ) 6. Pa Iwan Syarif (Bhs. Indonesia-PKS Kesiswaan) 7.Pa Yandi WR (Bhs Inggris - PKS Sarana) 8. Pa Bambang Ismanto (Biologi).

Deretan paling depan (duduk) dari kiri kekanan : 1. Ibu Anita - (Baju Merah) (Ekonomi) 2. Miss Ossy (Bhs. Inggris) 3. Ibu Seni (Bhs. Indonesia). 4. Ibu Eka Dewi (BPBK) - 5. Ibu Siti Patonah (Tata Usaha) 6. Ibu Ani Muliani (Biologi) 7. Ibu Mien (Bhs. Indonesia).


Sabtu, 02 Desember 2006

Kunjungan dari Negeri Jiran - Malaysia

2 orang siswa kls X sedang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an diluar kepala (satu juz) dihadapan Tamu (gambar 3) dari Negeri Malaysia dan dari Pesantren Al Fatah Cileungsi Bogor dan Lampung yang berkunjung ke SMA Alfa Centauri pada 2 Desember 2005 lalu. (yr/XII/2005)

Pada Hari Jum'at 2 Desember 2005, SMA Alfa Centauri di Jl. Diponegoro No. 48 Bandung mendapat Kunjungan tamu untuk Studi Banding bidang Pendidkan dari Malaysia yaitu Bp. Ahmad Sukri.

Senin, 18 September 2006

Sekolah Gratis dengan Kualifikasi Sekolah Unggulan

Waktu itu, orang tua saya sudah menyerah. Mereka meminta maaf karena tidak bisa lagi membiayai saya untuk sekolah," ungkap Mega Yulianti, mahasiswi Teknik Fisika ITB. Dia memang hidup dari keluarga yang berkemampuan ekonomi menengah ke bawah. Ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan, hanya mampu membiayai sekolah Mega hingga jenjang SLTP.
Untunglah, Mega punya kemauan yang kuat untuk terus bersekolah. Dia pun berusaha mencari informasi tentang sekolah gratis. Sampailah jalan pencariannya itu menemukan SMA Alfa Centauri, Bandung. Sekolah ini memang menawarkan pendidikan gratis dan berkualitas. Keberadaan sekolah ini menjadi jalan keluar bagi Mega untuk mewujudkan 'mimpinya'.
Pengakuan hampir sama juga diungkapkan Adha Dipraja dan Deisa Kusumaningsih (keduanya mahasiswa FMIPA ITB). Mereka semua adalah angkatan pertama SMA Alfa Centauri yang kini berhasil menembus perguruan tinggi negeri dan berasal dari keluarga tidak mampu.
Sebanyak 21 siswa, tahun ini berhasil menembus bangku perguruan tinggi negeri. Kebanyakan mereka masuk ITB dan sisanya masuk Unpad, serta Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Meski telah menjadi alumni, mereka tetap mendapat perhatian dari para pengurus SMA Alfa Centauri.
Sekolah ini memang terbilang istimewa. Meski menyediakan pendidikan gratis, kualitas pengajarannya tidak kalah dibanding SMA unggulan. Selain belajar di sekolah, semua muridnya mendapat bimbingan belajar gratis untuk mampu menghadapi seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Tak cuma itu, mereka juga mendapat pelajaran tambahan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan Arab.
Ketua Yayasan Taqwa Cerdas Kreatif --lembaga yang menaungi SMA Alfa Centauri-- Sony Sugema, menjelaskan bahwa sekolah tersebut memang didirikan untuk membantu kalangan yang kurang mampu. Tingginya biaya pendidikan telah membuat banyak kalangan frustasi karena tidak mampu menyekolahkan anaknya. Menurut dia, jika terus dibiarkan, rasa frustasi ini bisa membahayakan masyarakat. Karena itu, dia pun terdorong untuk menciptakan jalan alternatif berupa sekolah gratis bagi kalangan tidak mampu.
Tiga angkatan pertama sekolah ini, sedikitpun tidak dipungut biaya. Dalam tiga tahun pertama, sebanyak 35 siswa diterima untuk setiap angkatan. Untuk menjalankan pengajaran di tiap angkatan, dia mengeluarkan dana sekitar Rp 50 juta per tahun.
Seleksi untuk bisa masuk sekolah pun cukup ketat. Tiap tahun, rata-rata pendaftar mencapai 600 orang. Dari jumlah itu kemudian diciutkan menjadi 400 orang dan diseleksi kembali menjadi tinggal 100 orang. Dari 100 calon murid ini kemudian diseleksi lewat wawancara. Murid-murid yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapat prioritas. Dari 100 orang tersebut, kemudian diambil 35 orang.
"Mulai tahun ini, kita menerima dua kelas," tuturnya. Sebagian kecil dari murid yang diterima tahun ini dikenai biaya yang besarnya tergantung kesanggupan orang tua masing-masing. Namun sebagian besar muridnya tetap digratiskan. Sony berharap, biaya yang dibayarkan sebagian wali murid itu bisa digunakan untuk membantu murid-murid kurang mampu. "Jadi berjalan subsidi silang," ungkap pemilik bimbingan belajar Sony Sugema College itu.
Dia berharap, murid-murid Alfa Centauri di masa mendatang bisa go international. Untuk mewujudkan harapan tersebut, kini pihaknya sedang membangun jaringan internet 24 jam. "Kami pun menggiatkan bahasa Inggris, karena kunci untuk masuk kehidupan di dunia maya ini adalah bahasa Inggris," tuturnya.
Lewat jaringan internet, Sony menginginkan murid-muridnya bisa berkomunikasi dengan teman sebayanya dari luar negeri. Sony berharap, suatu saat nanti murid-murid sekolahnya tertantang untuk menjajal kuliah di kampus-hampus internasional.
Kini, selain harus memikirkan kelangsungan SMA tersebut, dia juga terus memperhatikan nasib para alumni yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri. Bersama timnya, dia terus berusaha mencari donatur untuk membiayai kuliah para alumninya itu. Maklumlah, setelah perguruan tinggi banyak berstatus badan hukum milik negara (BHMN) biaya kuliah pun melonjak.
Diantaranya dengan mengembangkan program orang tua asuh. Orang tua murid yang mampu dan anaknya berhasil masuk perguruan tinggi negeri, bakal diminta untuk menjadi orang tua asuh bagi murid tak mampu yang masuk perguruan tinggi negeri. Lewat cara ini, dia pun berharap dari SMA Alfa Centauri lahir para penemu-penemu kemajuan yang bermanfaat bagi masyarakat. irf - Republika - 18 September 2006

Kamis, 17 Agustus 2006

Lulusan SPMB 2006

Bp. H. Sony Sugema, MBA -Ketua Yayasan Taqwa Cerdas Kreatif didamping PKS Sarana SMA Alfa -Drs. Yandi WR berfoto bersama para Siswa SMA Afa Centauri Angkatan ke 1 yang lulus SPMB 2006 di depan Kampus SMA Alfa Centauri - Jl. Diponegoro 48 Bandung



SMA Alfa Centauri Bandung telah mengantarkan 21 siswa nya yang lolos SPMB masuk 3 PTN terkemuka di Bandung yakni 11 ke ITB, 6 Unpad dan 4 UPI pada SPMB Tahun 2006, Good Luck... Centurians. (yandi)

Rabu, 16 Agustus 2006

Beasiswa bagi Lulusan SMA Alfa Centauri

Bapak Bursah Zarnubi, SE dan istri ditengah
siswa-siswi SMA Alfa Centauri Bandung yang Lulus tah 2006.



Rabu, 16 Agustus 2006Suasana haru pertemuan di ruangan Kepala SMA Alfa Centauri, Jl Diponegoro 48, Bandung, Senin (14/8) lalu. Siang itu sekitar pukul 11.00, sebuah peristiwa kemanusiaan yang mengundang keharuan terjadi di sana, menyusul penyerahan uang Rp 20 juta dari tangan seorang anggota DPR RI, Bursah Zarnubi SE kepada Bella Ayu Pradawati- mewakili 20 alumni SMA Alfa Centauri yang lolos SPMB namun tak punya biaya untuk mendaftar.
Uang tersebut merupakan uang muka pembayaran pendaftaran bagi 20 siswa SMA Centauri yang lolos ke ITB, Unpad dan UPI Bandung melalui SPMB. Sisanya sekitar Rp 40 jutaan lagi akan segera menyusul, "Yang penting bagaimana supaya mereka bisa mendaftar dulu dan mengikuti perkuliahan untuk semester I. Biaya untuk perkuliahan selanjutnya akan kita upayakan lagi," kata Bursah Zarnubi SE di dampingi istrinya Ny Sri Meliyana.
Diesha Kusumaningsih, salah seorang dari alumni SMA Alfa Centauri yang diterima di MIPA ITB, usai penyerahan uang tersebut secara spontan menyampaikan ungkapan hatinya." Atas nama teman-teman saya menyampaikan terimakasih kepada Bapak Zarnubi dan Ibu yang peduli terhadap nasib kami. Bapak sungguh menjadi dewa penyelamat buat kami. Kalau Bapak tidak memberikan perhatian, sulit bagi kami untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi," kata Diesha dengan suara terbata-bata tak kuasa menahan deraian air mata.
Hal senada juga disampaikan Bella Ayu Pradawati. Anak pertama dari 4 bersaudara dari pasangan Ujang Sugiarto-Sri Gustini ini mengaku sempat bingung, meski dia diterima di Fakultas Teknik ITB. Ayahnya yang semula membuka usaha bengkel bubut di daerah Cijerah, Bandung telah bangkrut saat terjadi krisis moneter beberapa tahun lalu.
" Sekarang ayah saya hanya sebagai tukang ojek. Untunglah sekarang ada yang bersedia menjadi orang tua asuh. Kami akan sekuat tenaga dan pikiran memanfaatkan kesempatan ini. Kami juga tak lupa menyampaikan terimakasih kepada Suara Karya yang mengangkat problematika kami melalui tulisan," kata Bella.
Kehadiran Bursah Zarnubi SE dan istrinya di SMA Alfa Centauri, Senin itu berawal dari membaca tulisan di rubrik Kampus Suara Karya, edisi Rabu 9 Agustus 2006. Tulisan yang melaporkan tentang pergumulan alumni SMA Alfa Centauri, Bandung yang lolos SPMB, tapi tak bisa melanjut karena ketidakmampuan orang tuanya dibaca oleh Ny Sri Meliyana saat dalam penerbangan Garuda dari Jakarta menuju Medan.
Ny Sri Meliyana lalu menunjukkan tulisan tentang alumni SMA Alfa Centauri kepada suaminya. "Istri saya terlihat sedih usai baca tulisan di Suara Karya itu, dan meminta supaya kami memikirkan kemungkinan untuk bisa menjadi orang tua asuh. Sesampai di Medan saya berusaha mencari tahu penulis laporan tersebut untuk menanyakan siapa yang bisa dihubungi kalau mau jadi orang tua asuh," kata Bursah Zarnubi SE.
Menurut Bursah, keberangkatannya ke Medan saat itu dalam kapasitasnya selaku Ketua Umum DPP Partai Bintang Reformasi untuk membuka Muswil Partai Bintang Reformasi (PBR) Sumut di Medan."Biasanya saya baca Suara Karya di DPR, namun karena keberangkatan saya ke Medan pada pagi hari, sehingga kami baru membaca Suara Karya dalam pesawat," katanya.
Secara jujur, Bursah dan istrinya mengaku, semula mereka hanya akan membantu biaya 3 atau 5 orang dari seluruh alumni SMA Centauri yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Makanya, uang yang dibawa untuk diserahkan saat itu pun hanya Rp 20 juta.
Saat bertatap muka dengan Kepala Sekolah SMA Alfa Centauri dan para alumni yang lolos SPMB, Bursah sempat juga mengungkapkan rencananya yang akan membantu 5 orang. Namun setelah semua alumni yang hadir saat itu mengutarakan bagaimana kondisi keluarga masing-masing, akhirnya Bursah Zarnubi dan istrinya tidak tega untuk membiarkan yang lain dalam pengharapan yang belum jelas.
Suasana saat terjadi dialog memang benar-benar sangat mengharukan. Betapa tidak, secara bergantian para alumni yang memang berasal dari keluarga tidak mampu itu menceritakan tentang kehidupan keluarganya. Ada yang hanya mengandalkan dari penghasilan ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, ada juga yang ayahnya tukang ojek, buruh bangunan dan tukang pijat.
Mereka menceritakan dengan disertai isak tangis sehingga tidak saja Bursah dan istrinya yang tak kuasa menahan deraian air matanya, termasuk juga Chevi Ganda, Wakil Ketua PWI Jabar yang ikut hadir dalam acara tersebut. "Mereka benar-benar dari keluarga tidak mampu, namun dari sisi akademis memiliki tingkat kemampuan yang bisa dibanggakan. Buktinya mereka mampu lolos SPMB masuk ke ITB, Unpad dan UPI," kata Kepala Sekolah SMA Centauri, Drs Mamat Ruhimat MPd.
Tak kuasa melihat wajah sedih para alumni yang memang benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu, akhirnya Bursah Zarnubi dan istrinya mengambil satu keputusan yang bisa mengakomodir semuanya yakni membayar Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) Pokok dan uang kuliah untuk smester pertama. "Yang penting kita selamatkan dulu mereka bisa mendaftar dan mengikuti perkuliahan. Untuk selanjutnya akan kita upayakan, mudah-mudahan teman-teman di Senayan (DPR-red) mau membantu," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI tersebut.
Wakil Ketua PWI Jabar, Chevi Ganda yang ikut menyaksikan acara tersebut juga menyampaikan rasa salut dan penghargaan atas kepedulian Bursah Zarnubi. "Mudah-mudahan langkah anggota DPR dari daerah pemilihan Sumsel ini bisa diikuti anggota DPR asal pemilihan Jawa Barat," kata Chevi Ganda.
Sebagaimana dilaporkan dalam Suara Karya (Rabu, 9 Agustus 2006), sebanyak 21 siswa alumni SMA Alfa Centauri, Bandung lolos SPMB masuk 3 PTN terkemuka di Bandung yakni 11 ke ITB, 6 Unpad dan 4 UPI. Namun karena mereka ini berasal dari keluarga miskin sehingga meskipun lolos SPMB tapi tak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi negeri yang mereka sudah inginkan sebelumnya. Karena ketidakmampuan orang tuanya itu maka selama ini pun mereka mengikuti pendidikan secara gratis di SMA Alfa Centauri yang didirikan Lembaga Bimbel SSC, Bandung. (LM Sinaga) - Harian SUARA KARYA